Rabu, 27 September 2017

Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba


Danau Toba, merupakan danau kaldera terbesar di dunia dengan segala keindahan panorama alam yang dimilikinya serta keragaman budaya yang terbentuk merupakan aset besar yang perlu untuk di elaborasi baik untuk meningkatkan pariwisata secara nasional, juga akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian bagi masyarakat sekitar maupun stakeholder terkait lainnya. Pengelolaan terhadap potensi yang masih "terpendam" ini tentu perlu dikelola secara profesional dan proporsional, sehingga tujuan untuk meningkatkan Danau Toba sebagai destinasi wisata yang men-dunia, yang tentu saja akan menumbuhkembangkan berbagai industri pariwisata maupun berbagai pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, akan mampu dibarengi dengan tetap mempertahankan kelestarian alam serta nilai budaya luhur yang ada.

Disamping adanya keinginan yang kuat dari pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai Taman Geopark Dunia (Global Geopark Network) melalui UNESCO dengan mengusung tema Kaldera sebagaimana terbentuknya Danau Toba akibat terjadinya letusan gunung yang sangat dahsyat pada masanya, maka dibutuhkan adanya kerjasama dari seluruh pihak. Untuk percepatan dimaksud, Pemerintah dalam ini sedang memacu berbagai pembangunan infrastruktur pendukung, salah satu diantaranya adalah pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kawasan Danau Toba yang dapat langsung terhubung ke Bandara International Kuala Namu di Deli Serdang, Medan. 

Untuk mempercepat pembangunan di Danau Toba dan pengelolaannya, maka dibentuklah Badan Otorita Pengelola Kawasan Danau Toba melalui Peraturan Presiden RI Nomor 49 Tahun 2016. Berdasarkan Peraturan Presiden tersebut, Badan Otorita ini memiliki beberapa tugas yang harus segera dilaksanakan demi mencapai percepatan mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Salah satu tugas penting yang diamantkan adalah untuk segera menyusun Rencana Induk Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba untuk jangka waktu 25 tahun ke depan selama periode 2016-2041, serta menyusun Rencana Detail Pengembangan dan Pembangunan 5 tahunan Kawasan Pariwisata Danau Toba 

Masyarakat sekitar Danau Toba khususnya, serta masyarakat Sumatera Utara pada umumnya sangat menaruh harapan besar terhadap Badan Otorita yang sudah terbentuk ini, agar Danau Toba dapat menjadi kebanggaan yang membanggakan dan segera terwujud Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia yang tetap mempertahankan kelestarian dalam dan budayanya. Juga dengan adanya Badan Pengelola, tentu akan mempermudah pencapaian Global Geopark Network. Tentu ini merupakan tantangan tersendiri yang harus segera dipacu Badan Otorita, mengingat jangka tugasnya selama 25 tahun pertama sampai tanggal 31 Desember 2014. 

Senin, 25 September 2017

Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017

Keindahan Danau Toba sebagai salah satu dari sekian warisan dunia yang ada sudah terkenal sejak dulunya, bahkan telah tersiar ke berbagai manca negara. Perpaduan keindahan Danau Toba dan alamnya, serta perpaduan kultur budaya yang terbentuk di sekelilingnya menjadi manifestasi yang tak terbantahkan sebagai alunan corak kehidupan peradaban manusia yang dapat kita nikmati sampai saat ini. 


Tak perlu heran kalau kemudian Danau Toba mencuat menjadi salah satu destinasi wisata bagi para penikmatnya, baik yang berasal dari dalam maupun manca negara. Danau Toba menjadi destinasi wisata yang begitu tersohor sampai era 1990-an, dan selalu ramai dikunjungi turis dari berbagai negara. Namun kemasyurannya sempat memudar dalam satu dekade terakhir karena kurangnya sentuhan baik dari pemerintah maupun masyarakat yang berdiam disekitar Danau Toba.

Namun terlepas dari hal itu, Danau Toba yang saat ini sedang diperjuangkan untuk masuk sebagai Geopark di UNESCO beranjak bangkit untuk menggapai kemasyuran yang sempat terlelap beberapa saat. 

Dan salah satu agenda tahunan yang dilakukan sebagai ajang promosi wisatanya adalah dengan me-launching Calender of Event Pariwisata Danau Toba, yang didalamnya telah dikemas berbagai event untuk menggaungkan kembali bagaimana sesungguhnya keindahan Danau Toba serta budaya yang masih tetap terjaga, juga transformasi budaya yang ada terhadap kemajuan zaman dan teknologi.

Bagi anda yang penasaran ajang apa saja yang ada di Danau Toba sepanjang 2017 ini, berikut kami sajikan informasinya.

Silahkan memilih rencana libur anda dan silahkan menikmati indahnya pesona danau kaldera terbesar didunia....Danau Toba. Horasss....

Coffee Festival Toba


Kopi telah menjadi minuman yang begitu terkenal sejak abad 9, baik dikalangan tua maupun muda, pria mapun wanita. Bahkan dalam beberapa tahun belakangan ini kita lihat begitu maraknya perkembangan warung kopi yang dikemas dengan berbagai tema dan gaya tersendiri dengan berbagai corak yang dimiliki masing-masing peracik kopi demi memuaskan pecinta kopi.

Tak heran kalau kemudian Coffee Festival Toba dimunculkan dalam Calender of Event Pariwisata Danau Toba, sebab Sumatera Utara sendiri termasuk daerah penghasil kopi-kopi terbaik yang memiliki cita rasa tinggi ala eropa. Beberapa jenis kopi yang dapat dijumpai di sekitar Danau Toba diantaranya kopi linthong, kopi mandailing, kopi silimakuta dan beberapa jenis kopi lainnya. Jenis kopi ini mulai dilirik oleh peracik kopi berbagai daerah termasuk dunia demi memanjakan penikmat kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi sejati.

Soposurung Art Festival



Soposurung Art Festival sebagai bagian dari Calender of Event Pariwisata Danau Toba merupakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk event festival seni dan budaya masyarakat setempat. Event ini menampilkan berbagai seni tari maupun seni suara dan budaya yang berkembang di masyarakat yang ada di Soposurung. Meskipun Festival ini masih belum dikenal oleh masyarakat luas, namun diharapkan melalui kegiatan yang konsisten seperti ini dapat menjadi bagian dari pesona indonesia yang hadir di bumi pertiwi sebagai warisan budaya yang utuh dan lestari.

Pesta Bungan dan Buah

Pesta Bunga dan Buah 

Pesta bunga dan buah yang diikutsertakan dalam penyelenggaraan rangkaian Event Danau Toba ini bukan tanpa alasan. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah yang termasuk dataran tinggi yang berada mengelilingi lingkup Danau Toba memiliki tanah yang sangat subur. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kegiatan Pesta Bunga dan Buah ini terutama dipusatkan di Kabuapten Karo yang merupakan bagian dari dataran tinggi sekitar Danau Toba yang terkenal dengan kesejukan udaranya dan kesuburan tanahnya. Hal ini didukung dengan keberadaan Gunung Sinabung sebagai gunung berapi yang belakangan ini intensitasnya cukup tinggi untuk menunjukkan keaktifannya. 

Kehadiran Pesta Bunga dan Buah ini tentu diharapkan untuk dapat memberikan sumbangsih dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, juga untuk memupuk rasa kesatuan dan ke-Bhinneka-an terhadap berbagai etnis dan budaya yang berdiam disekitarnya. 

Festival Gondang Sabangunan

Festival Gondang Sabangunan 

Dalam kebudayaan masyarakat batak toba, Gondang Sabangunan merupakan instrument musik yang memiliki perpaduan irama menawan dari beberapa alat musik yang terdiri dari Taganing, Ogung dan Sarune. Pada awalnya Gondang Sabangunan ini dimainkan masyarakat Bata Toba sebagai bentuk penghormatan terhadap norma sosial dan agama. Namun seiring perkembangan zaman dan kemajuan masa, Gondang Sabangunan yang dimainkan dalam upacara adat lebih dititikberatkan sebagai pengiring tarian tortor dan sebagai sarana komunikasi untuk mempererat hubungan kekerabatan baik diantara individu maupun kelompok masyarakat sebagai bagian dari Social of Capital yang terjalin dengan baik.

Selain sebagai unjuk kepiawaian dan kebolehan dalam memainkan Gondang Sabangunan, festival ini juga bermaksud untuk mempertahankan dan melestarikannya, sehingga diharapkan tetap terjaga regenerasi yang mampu dan mumpuni memainkan Godang Sabangunan ini.

Selain cerita Super Volcano Geopark Kaldera Toba yang sempat menggemparkan dunia 75 ribu tahun yang lalu melalui ledakan super dahsyatnya, ternyata banyak warisan budaya yang terbentuk dalam perjalanan peradaban kehidupan setelahnya yang saat ini dapat kita nikmati.
Menikmati alunan Gondang Sabangunan dengan secangkir kopi seakan tidak mampu untuk menghentikan hentakan kaki kita yang seolah-olah ikut menortor mengikuti alunan iramanya.

Toba Nauli Foto Contest & Exhibition


Toba Nauli Foto Contest & Exhibition 

Toba Nauli Foto Contenst & Exhibition ini merupakan event fotograpi yang paling dinantikan para fotografer pemula, semi maupun profesional. Ini menjadi ajang tersendiri yang sangat menantang bagi mereka untuk membidik fokus lensa yang menghasilkan karya fotografi yang tentunya mempresentasikan dan mengelaborasi Danau Toba beserta kehidupan yang berada didalamnya.

Ada beberapa kategori yang dapat diangkat sebagai tema dari Toba Nauli Foto Contenst & Exhibition ini, diantaranya: Landscape "karya fotografi yang menghadirkan keindahan Danau Toba dengan memproyeksikan keindahannya dari sudut pandang lensa hingga momen terindanya", Portrait "penduduk asli Danau Toba dengan wajah polosnya yang menjadi jiwa dari Danau Toba", Social Life "kegiatan sehari-hari sebagai aktivitas yang terjadi pada penduduk asli Danau Toba yang mampu menyiratkan banyak kisah", dan Culture "kekayaan budaya, adat istiadat dan tradisi yang melimpah dan bernilai tinggi yang mampu membuat kita terpukau".