Senin, 25 September 2017

Soposurung Art Festival



Soposurung Art Festival sebagai bagian dari Calender of Event Pariwisata Danau Toba merupakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk event festival seni dan budaya masyarakat setempat. Event ini menampilkan berbagai seni tari maupun seni suara dan budaya yang berkembang di masyarakat yang ada di Soposurung. Meskipun Festival ini masih belum dikenal oleh masyarakat luas, namun diharapkan melalui kegiatan yang konsisten seperti ini dapat menjadi bagian dari pesona indonesia yang hadir di bumi pertiwi sebagai warisan budaya yang utuh dan lestari.

Pesta Bungan dan Buah

Pesta Bunga dan Buah 

Pesta bunga dan buah yang diikutsertakan dalam penyelenggaraan rangkaian Event Danau Toba ini bukan tanpa alasan. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah yang termasuk dataran tinggi yang berada mengelilingi lingkup Danau Toba memiliki tanah yang sangat subur. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kegiatan Pesta Bunga dan Buah ini terutama dipusatkan di Kabuapten Karo yang merupakan bagian dari dataran tinggi sekitar Danau Toba yang terkenal dengan kesejukan udaranya dan kesuburan tanahnya. Hal ini didukung dengan keberadaan Gunung Sinabung sebagai gunung berapi yang belakangan ini intensitasnya cukup tinggi untuk menunjukkan keaktifannya. 

Kehadiran Pesta Bunga dan Buah ini tentu diharapkan untuk dapat memberikan sumbangsih dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, juga untuk memupuk rasa kesatuan dan ke-Bhinneka-an terhadap berbagai etnis dan budaya yang berdiam disekitarnya. 

Festival Gondang Sabangunan

Festival Gondang Sabangunan 

Dalam kebudayaan masyarakat batak toba, Gondang Sabangunan merupakan instrument musik yang memiliki perpaduan irama menawan dari beberapa alat musik yang terdiri dari Taganing, Ogung dan Sarune. Pada awalnya Gondang Sabangunan ini dimainkan masyarakat Bata Toba sebagai bentuk penghormatan terhadap norma sosial dan agama. Namun seiring perkembangan zaman dan kemajuan masa, Gondang Sabangunan yang dimainkan dalam upacara adat lebih dititikberatkan sebagai pengiring tarian tortor dan sebagai sarana komunikasi untuk mempererat hubungan kekerabatan baik diantara individu maupun kelompok masyarakat sebagai bagian dari Social of Capital yang terjalin dengan baik.

Selain sebagai unjuk kepiawaian dan kebolehan dalam memainkan Gondang Sabangunan, festival ini juga bermaksud untuk mempertahankan dan melestarikannya, sehingga diharapkan tetap terjaga regenerasi yang mampu dan mumpuni memainkan Godang Sabangunan ini.

Selain cerita Super Volcano Geopark Kaldera Toba yang sempat menggemparkan dunia 75 ribu tahun yang lalu melalui ledakan super dahsyatnya, ternyata banyak warisan budaya yang terbentuk dalam perjalanan peradaban kehidupan setelahnya yang saat ini dapat kita nikmati.
Menikmati alunan Gondang Sabangunan dengan secangkir kopi seakan tidak mampu untuk menghentikan hentakan kaki kita yang seolah-olah ikut menortor mengikuti alunan iramanya.

Toba Nauli Foto Contest & Exhibition


Toba Nauli Foto Contest & Exhibition 

Toba Nauli Foto Contenst & Exhibition ini merupakan event fotograpi yang paling dinantikan para fotografer pemula, semi maupun profesional. Ini menjadi ajang tersendiri yang sangat menantang bagi mereka untuk membidik fokus lensa yang menghasilkan karya fotografi yang tentunya mempresentasikan dan mengelaborasi Danau Toba beserta kehidupan yang berada didalamnya.

Ada beberapa kategori yang dapat diangkat sebagai tema dari Toba Nauli Foto Contenst & Exhibition ini, diantaranya: Landscape "karya fotografi yang menghadirkan keindahan Danau Toba dengan memproyeksikan keindahannya dari sudut pandang lensa hingga momen terindanya", Portrait "penduduk asli Danau Toba dengan wajah polosnya yang menjadi jiwa dari Danau Toba", Social Life "kegiatan sehari-hari sebagai aktivitas yang terjadi pada penduduk asli Danau Toba yang mampu menyiratkan banyak kisah", dan Culture "kekayaan budaya, adat istiadat dan tradisi yang melimpah dan bernilai tinggi yang mampu membuat kita terpukau".

International Toba Kayak Marathon

International Toba Kayak Marathon 

Danau Toba sebagai sebuah danau terbesar kedua di dunia, merupakan danau kawah vulkanik terbesar yang sangat menakjubkan dengan kedalaman mencapai 450 meter.

Keindahan Danau Toba ini dan dipadukan dengan ide Kayaking on the top of supervolcano menjadi tantangan tersendiri bagi para kayakers untuk turut ambil bagian dalam event International Toba Kayak Marathon. Tentunya ini menjadi atraksi baru yang penuh tantangan yang diharapkan dapat memberi kontribusi bagi perkembangan pariwisata Danau Toba melalui kehadiran para kayakers baik dari lokal maupun mancanegara.

Bagi para penduduk lokal sudah terbiasa menggunakan solu (sejenis sampan kecil) sebagai  wahana transportasi menghantar anak sekolah maupun untuk mencari ikan di Danau Toba. Tentunya kegiatan kayak ini akan mengingatkan solu yang digunakan masyarakat Danau Toba.

Paralayang Bukit Beta Danau Toba

Paralayang  


Keindahan yang dimiliki Danau Toba menjadi hasrat tersendiri sebagai tantangan untuk melakukan olahraga paralayang yang memacu andrenalin sambil menikmatinya dari udara.



Pulau Samosir memiliki Bukit Beta (mari, red) yang dijadikan sebagai centre point arena perlombaan paralayang sebagai salah satu lokasi paralayang tebaik di dunia. Faktor angin dan cuaca terbilang cukup baik di Bukit Beta ini membuat para atlet paralayang betah untuk berlama-lama bermanuver di udara sambil menikmati indahnya panorama yang disajikan Danau Toba yang merupakan warisan dunia yang sarat makna.   

Toba Granfondo

Toba Granfondo 

Toba Granfondo, dinamakan demikian, merupakan kegiatan bersepeda menjelajahi kawasan Danau Toba sembari menikmati lintasan yang menuju Danau Toba. 
Tour ini penuh dengan tantangan elevasi lintasan dan atmosfer keindahan alam menuju Danau Toba. Tour ini bersifat non-kompetitif dan terbuka untuk seluruh penggemar sepeda di seluruh dunia, amatir maupun pemula, domestik maupun internasional. Mungkin mirip dengan Tour of deFrance........